Sebuah kisah yang disadur dari cerita teman yang katanya nyata terjadi. Kisah nekad ini terjadi terjadi di sebuah kota X dengan nama yang disamarkan. Semoga teman-teman pembaca puas dengan saduran cerita ini.
Suatu ketika ada seorang ibu dengan nama samaran Ryoko yang berparas amat manis. Lebih tepatnya benar-benar sempurna fisiknya secara kasat mata jika tidak diketahui bahwa ia adalah seorang yang bisu. Wajar saja penilaian itu disematkan padanya. Wajahnya benar-benar mirip artis Korea. Maklum ayah dari ibu itu adalah orang Jepang asli yang dulu sempat menjajah negeri kita ini. Tubuhnya setinggi 168cm dengan ukuran bra yang sampai 36B. Padahal tubuhnya ramping dan membuat lekukan tubuhnya benar-benar seperti gitar Spanyol. Belum lagi kalau bilang kulitnya yang memang terlihat putih mulus.
Ibu itu memiliki seorang anak lelaki yang sudah berusia 15 tahun. Padahal ia sendiri baru berusia 29 tahun saat itu. Wajar saja orang dulu memang menikah dengan dijodohkan oleh orang tuanya. Apalagi setelah ayahnya yang orang Jepang asli itu tidak pernah kembali lagi dan pulang ke negaranya. Anaknya sendiri terkenal sebagai anak yang sangat nakal didesanya. Namun meski begitu si Ibu tetap menyayanginya karena sang anak memang menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya setelah sang suami meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Bocah itu bersekolah dan bekerja menghidupi sang ibu dan adik-adiknya.
Suatu ketika, sang anak yang sudah memasuki masa-masa puber melihat ada lelaki yang bertandang kerumahnya yang memang hendak mendekati sang ibu. Rasa cemburu tiba-tiba muncul dengan tidak disadarinya. Tanpa menunggu waktu ia langsung mengusir sang tamu. Bayangannya adalah saat ibunya pernah dientotin sama lelaki yang macarin sang ibu. Ia tidak rela jika kejadian ngentot ibunya itu dilakukan sebelum nikah. Karena ia punya keyakinan ibunya Cuma jadi ladang pelampiasan nafsu para lelaki seperti yang dikatakan oleh ayahnya dulu sebelum ayahnya meninggal.
Sang ibu tampak menggerutu dengan kebisuannya yang jadi merasa tidak enak dengan sang tamu yang diusir paksa oleh sang anak. Saat itupun benar-benar terjadi kebisuan antara sang ibu dan sang anak karena kejadian itu. Sang anak yang amat menyayangi ibunyapun merasa frustasi melihat ibunya mendiamkannya. Seperti biasanya jika sang anak sedih, ia langsung mabuk minuman dengan hebatnya. Sedang sang ibu yang sebenarnya juga amat menyayangi sang anak jadi nampak sedih dengan kondisi anaknyanya yang mabuk berat.
Sang ibupun langsung memapahnya ke atas ranjang di kamarnya. Sedangkan sang anak yang sebenarnya masih sadar meski tubuhnya sempoyongan tiba-tiba terangsang saat sang ibu memapah tubuhnya dan membuat payudara sang ibu terasa empuk menempel di wajahnya. Posisi mabuk itulah yang membuat sang anak kalap. Soalnya sang anak sendiri pikirannya sudah terlanjur konak. Apalagi ditambah kecemburuannya tiap ia mengingat sang ibu dientotin lelaki lain dulu.
Sang anak tanpa ragu langsung memeluk tubuh sang ibu dengan penuh hasrat. Ciumannya segara ia sasarkan ke leher sang ibu yang membuat tangan sang ibu berusaha menepis tangan nakal sang anak. Namun sekalipun menepis, sang ibu tetap tidak berusaha meronta, yang disebabkan anaknya memang sedang terhuyung-huyung gara-gara mabuk. Justru karena itu, sang anak jadi tambah buas, yang kemudian malah membanting tubuh sang ibu yang memang lebih tinggi darinya ke atas ranjang. Sang anak langsung menindih tubuh sang ibu dengan dengusan nafas penuh gairah. Sang ibu paham hal itu dan mulai meronta tidak ingin bayi yang dulu dikandung dan dilahirkannya sampai menyetubuhinya.
Sayangnya sang ibu sudah terlambat dengan pelukan sang anak yang sudah terlanjur erat. Apalagi, ia sendiri memang saat itu juga mulai terangsang dengan perlakuan sang anak yang sudah sampai menjamahi bagian dadanya. Melihat sang anak menjilati putting susunya dan mengelus-elus belahan vaginanya, sang ibu lemas karena sedih juga karena ia tak mampu melawan. Sehingga rontaannyapun jadi seperti sia-sia saja. Yang ada malah dia yang semakin terangsang karenanya.
Sang anak semakin menjadi dan semakin nekad melucuti pakaian ibunya tanpa sisa. Saat sang anak berdiri untuk melepas pakaiannya sendiri, sang ibupun berusaha mempertahankan diri agar tidak diperkosa oleh darah dagingnya sendiri itu dengan menelungkupkan tubuhnya berharap anaknya iba. Yang ada, sang anak dengan mudah membalikkan tubuh sang ibu untuk kemudian ditimpa dengan tubuhnya lagi.
Lalu sang ibupun menangis terisak tanpa suara. Hanya air mata yang mulai merembes di sudut matanya yang menjadi tanpa bahwa ia amat sedih. Sedang tubuhnya semakin lemas gara-gara rangsangan sang anak yang semakin menggila dirasakan olehnya. Ingin mengingatkan dengan omongan dan berteriak merontapun ia tidak bisa karena kebisuannya. Sampai sang ibu akhirnya memutuskan pasrah dan membiarkan sang anak tampak liar diatas tubuhnya yang mulai mengangkangkan kedua kakinya.
Saat sang anak berusaha memasukkan penisnya, sang ibu tampak sedikit tersenyum tertahan. Penyebabnya adalah anaknya yang kesulitan memasukkan penisnya ke dalam liang senggamanya. Maklum sang anak memang belum pernah melakukan persetubuhan sama sekali sehingga belum pengalaman sekalipun ia sudah sangat berhasrat. Saat itu pula sang ibu mulai teringat pada sosok anaknya waktu masih bayi yang lucu dan menggemaskan. Selanjutnya ia juga teringat saat sang anak rela berusaha mebahagiakan sang ibu sejak ia masih kecil. Padahal ia sadari bahwa saat itu anaknya memang kurang diperhatikan olehnya sejak suaminya meninggal dan membuatnya berkonsentrasi mencari uang.
Sejenak kasih sayang seorang ibu terpancar dan membuat tangannya tanpa disadarinya mengelus kedua pipi anaknya. Karena kesulitan memasukkan penis pula membuat sang ibu tanpa sadar pula menuntun penis sang anak untuk diarahkan ke dalam liang senggamanya. Dengan bahasa isyaratnya yang hanya senyuman, sang ibu kemudian menganggukkan kepalanya tanda ia mulai bisa menerima perlakuan sang anak meski sebenarnya ia sudah tidak bergairah lagi dengan rangsangan sang anak. Sang anak sendiri sedikit kaget dengan respon dari sang ibu, namun gairahnya yang sudah memuncak membuatnya tak mempedulikan lagi status wanita yang ada di dalam pelukannya itu.
“Bless…” sang ibu mulai meringis menahan rasa perih saat penis sang anak mulai melesak sedikit demi sedikit ke dalam liang vaginanya. Hal itu membuat sang anak terbawa suasana dan menjadikannya amat lembut dalam melampiaskan nafsunya itu. Sekalipun mabuk berat, wajah sang ibu yang tampak menahan sakit, membuatnya sedikit iba juga.
“Maaf bu. Aku harus melakukan ini. Semua karena aku sayang banget sama ibu.” Kata sang anak yang setelah seluruh penisnya tertanam seluruhnya dan membuat sang ibu sampai menggigit bibirnya saking perihnya gara-gara merasa eneg dengan penis sang anak yang dirasakan olehnya lebih panjang dan besar dibanding milik suaminya dan lelaki yang dulu pernah menidurinya. “Aku harap ibu nggak marah sama yang aku lakuin ini. Jangan marah ya bu” Entah karena sayang atau sudah tak mampu melawan lagi, sang ibu membalasnya dengan senyuman dan anggukan lagi.
Dikira sang anak, sang ibu ikut menikmati perlakuannya, iapun berusaha mencium bibir sang ibu. Namun sang ibu langsung memalingkan wajahnya menghindari ciuman sang anak. Karenanya sang anak segera mengalihkan nafsunya itu pada payudara milik ibunya yang masih terlihat sangat kencang seperti gadis seusianya. Pinggulnyapun mulai berayun-ayun memompa penisnya keluar masuk di dalam rahim dimana ia dikeluarkan dulu dengan pelan.
Sejenak sang ibu mengangkat wajah sang anak karena ia ingin mengutarakan sesuatu. Dengan bahasa isyarat sang ibu bilang kalau dia mengerti dengan perasaan sang anak yang jatuh cinta padanya. Tapi ia juga tidak ingin sang anak menyetubuhinya, karena bagaimanapun ia tidak akan bisa mengubah rasa cintanya sebagai seorang ibu pada dirinya. Sayangnya sang anak sudah keburu nafsu dan tak tertahankan lagi. Hingga akhirnya 5 menit kemudian…
“Croottt… Croottt…” sperma sang anak tersembur dengan derasnya didalam rahimnya. Sang ibu ingat bahwa saat itu adalah masa suburnya. Meski ia takut kalau akan jadi hamil, namun ia tetap tersenyum pada sang anak yang tampak puas. Entah mengapa sang ibu merasakan kebahagiaan juga di dalam hatinya melihat sang anak yang terpuaskan nafsu birahinya pada dirinya sendiri.
Setelah itupun sang anak yang memang masih kondisi mabuk langsung tertidur didalam pelukan sang ibu tanpa melepas penisnya lebih dulu sambil dengan mulut dipenuhi putting susu ibunya. Sang ibu yang melihat itu kembali tersenyum dengan mengelus rambut sang anak. Bagaimanapun ia teringat bocah yang dulu terlihat lucu menyusu payudaranya sekarang sudah mampu menyetubuhi dirinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar